Skip to main content

MAKALAH ANTI TROMBOTIKA TERBARU 2014/2015 I FARMAKOLOGI



''  MAKALAH ANTI THROMBOTIKA ''




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Definisi Antitrombotika
‘’ Antitrombotika adalah zat-zat yang digunakan untuk pengobatan atau pencegahan thrombosis dan emboli.
Thrombosis merupakan
emboli
Pada thrombosis terjadi pembekuan darah didalam pembuluh yang berangsur-angsur memperkecil rongganya dan akhirnya menyumbat pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembentukan emboli.

1.2. Penggolongan Obat-obat Antikoagulansia atau Antitrombotik
Anti Koagulan
Seperti golongan heparin dan koagulan oral seperti warfarin.
Penghambat trombosit
Seperti aspirin,dipiridamol,clopidogrel, dll.
Obat-obat fibrinolitik (trombolitika)
Seperti Nimodipin, streptokinase dan urokinase.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Obat Anti Koagulan
Adalah zat- zat yang dapat mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan fibrin. Digunakan pada saat kecenderungan darah yang membeku, misalnya pada thrombosis.
*Penggolongan.               Antikoagulansia dapat dibagi dalam dua golongan, yakni obat yang bekerja secara langsung dan bejerja tak langsung.
Obat yang bekerja langsung,
Contohnya Heparin, memiliki berat molekul rendah (contoh enoxparin,nadroparin), golongan ini diberikan secra parenteral, dan juga obat mirip heparin (heparinoid) biasanya digunakan secara topical sebagai krim atau salep.
Obat yang bekerja tak langsung,
Contohnya warfarin,asenokumarol,fenprokumon (Gol kemarin memiliki sifat sebagai antagonis Vitamin K).

A.      HEPARIN
Heparin adalah bahan alami yang diisolasi dari mukosa intestinum porcine atau dari paru-paru sapi. Obat bekerja sebagai anti koagulan. Oleh karena itu heparin mempercepat inaktifasi faktor pembekuan darah. Heparin biasanya tidak mempengaruhi waktu perdarahan. Waktu pembekuan memanjang bila diberikan heparin dosis penuh, tetapi tidak terpengaruh bila diberikan heparin dosis rendah.
Tujuan terapi adalah meminimalkan resiko transformasi infark menjadi perdarahan dan memaksimalkan pengurangan resiko serangan ulang. Penderita dengan infark luas (baik secara klinis maupun basil CT -scan kepala) mempunyai resiko besar untuk mengalami transformasi tersebut, sehingga pemberian heparin sebaiknya ditunda.

*Indikasi                              : Dosis rendah untuk pencegahan stroke atau komplikasi  tromboembolik
*Kontraindikas  : hipersensitif terhadap heparin, trombositopeni berat, perdarahan yang tidak terkontrol.
* Interaksi obat                : antikoagulan oral, aspirin, dextran, fenilbutazon, ibuprofen, indometasin, dipiridamol, hidroksiklorokuin, digitalis, tetrasiklin, nikotin, anti histamin, nitrogliserin.
* Efek samping : perdarahan, iritasi lokal, eritema, nyeri ringan, hematom, ulserasi, menggigil, demam, urtikaria, asma, rhinitis, lakrimasi, sakit kepala, mual, muntah,reaksi anafilaksis, trombositopeni, infark miokard, emboli paru, stroke, priapismus, gatal dan rasa terbakar, nekrosis kulit, gangren pada tungkai. Penggunaan 15.000 U atau lebih setiap hari selama lebih dari 6 bulan dapat menyebabkan osteoporosis dan fraktur spontan.
* Dosis                  : dosis rendah dianjurkan untuk pencegahan stroke dan profilaksis evolving stroke.

B.      WARFARIN
Warfarin adalah anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vitamin K-yang berperan dalam pembekuan darah- sehingga terjadi deplesi faktor II, VII, IX dan X. Ia bekerja di hati dengan menghambat karboksilasi vitamin K dari protein prekursornya. Jadi efek anti koagulan dari warfarin membutuhkan waktu beberapa hari karena efeknya terhadap faktor pembekuan darah yang baru dibentuk bukan terhadap faktor yang sudah ada disirkulasi.
Warfarin tidak mempunyai efek langsung terhadap trombus yang sudah terbentuk, tetapi dapat mencegah perluasan trombus. Warfarin telah terbukti efektif untuk pencegahan stroke kardioembolik.

*Indikasi                              : Untuk profilaksis dan pengobatan komplikasi tromboembolik yang dihubungkan dengan fibrilasi atrium dan penggantian katup jantung ; serta sebagai profilaksis terjadinya emboli sistemik setelah infark miokard.
*Kontraindikasi                 : Semua keadaan di mana resiko terjadinya perdarahan lebih besar dari keuntungan yang diperoleh dari efek anti koagulannya, termasuk pada kehamilan, kecenderungan perdarahan atau blood dyscrasias dll. 
*Interaksi obat : Warfarin berinteraksi dengan sangat banyak obat lain seperti asetaminofen, beta bloker, kortikosteroid, siklofosfamid, eritromisin, gemfibrozil, hidantoin, glukagon, kuinolon, sulfonamid, kloramfenikol, simetidin, metronidazol, omeprazol, aminoglikosida, tetrasiklin, sefalosporin, anti inflamasi non steroid, penisilin, salisilat, asam askorbat, barbiturat, karbamazepin dll. 
*Efek samping : Perdarahan dari jaringan atau organ, nekrosis kulit dan jaringan lain, alopesia, urtikaria, dermatitis, demam, mual, diare, kram perut, hipersensitivitas dan priapismus. 
*Hati -hati                           : Untuk usia di bawah 18 tahun belum terbukti keamanan dan efektifitasnya. Hati- hati bila digunakan pada orang tua. Tidak boleh diberikan pada wanita hamil karena dapat melewati plasenta sehingga bisa menyebabkan perdarahan yang fatal pada janinnya. Dijumpai pada ASI dalam bentuk inaktif, sehingga bisa dipakai pada wanita menyusui. 
*Dosis                   : Dosis inisial dimulai ,dengan 2-5 mg/hari dan dosis pemeliharaan 2-10 mg/hari. Obat diminum pada waktu yang sama setiap hari. Dianjurkan diminum sebelum tidur agar dapat dimonitor efek puncaknya di pagi hari esoknya. Lamanya terapi sangat tergantung pada kasusnya. Secara umum, terapi anti koagulan harus dilanjutkan sampai bahaya terjadinya emboli dan trombosis sudah tidak ada. Pemeriksaan waktu protrombin barns dilakukan setiap hari begitu dimulai dosis inisial sampai tercapainya waktu protrombin yang stabil di batas terapeutik. Setelah tercapai, interval pemeriksaan waktu protrombin tergantung pada penilaian dokter dan respon penderita terhadap obat. Interval yang dianj urkan adalah 1-4 minggu.

2.2. Obat Penghambat Trombosit
Anti trombosit (anti platelet) adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus yang terutama sering ditemukan pada sistem arteri. Beberapa obat yang termasuk golongan ini adalah aspirin, sulfinpirazon, dipiridamol, dekstran, tiklopidin, prostasiklin ( PGI-2 ). Obat anti trombosit yang telah terbukti efektifitasnya dalam pencegahan stroke adalah : 
A.      ASPIRIN
Aspirin bekerja mengasetilasi enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan enzim cyclic endoperoxides. Aspirin juga menghambat sintesa tromboksan di dalam trombosit, sehingga akhirnya menghambat agregasi trombosit. Aspirin menginaktivasi enzim-enzim pada trombosit tersebut secara permanen. Penghambatan inilah yang mempakan cara kerja aspirin dalam pencegahan stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack). Pada endotel pembuluh darah, aspirin juga menghambat pembentukan prostasiklin. Hal ini membantu mengurangi agregasi trombosit pada pembuluh darah yang rusak.

*lndikasi                              : Menurunkan resiko TIA atau stroke berulang pada penderita yang pernah menderita iskemi otak yang diakibatkan embolus.  Menurunkan resiko menderita stroke pada penderita resiko tinggi seperti pada penderita tibrilasi atrium non valvular yang tidak bisa diberikan anti koagulan. 
*Kontra indikasi                : hipersensitif terhadap salisilat, asma bronkial, hay fever, polip hidung, anemi berat, riwayat gangguan pembekuan darah.
lnteraksi obat:  obat anti koagulan, heparin, insulin, natrium bikarbonat, alkohol clan, angiotensin -converting enzymes. 
*Efek samping                  : Nyeri epigastrium, mual, muntah , perdarahan lambung. 
*Hati –hati                          : Tidak dianjurkan dipakai untuk pengobatan stroke pada anak di bawah usia 12 tahun karena resiko terjadinya sindrom Reye. Pada orang tua harus hati- hati karena lebih sering menimbulkan efek samping kardiovaskular. Obat ini tidak dianjurkan pada trimester terakhir kehamilan karena dapat menyebabkan gangguan pada janin atau menimbulkan komplikasi pada saat partus. Tidak dianjurkan pula pada wanita menyusui karena disekresi melalui air susu. 
*Dosis                                   : FDA merekomendasikan dosis: oral 1300 mg/hari dibagi 2 atau 4 kali pemberian. Sebagai anti trombosit dosis 325 mg/hari cukup efektif dan efek sampingnya lebih sedikit. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf merekomendasikan dosis 80-320 mg/hari untuk pencegahan sekunder stroke iskemik.


2.3. Obat Obat fibrinolitik (trombolitika)
Biasanya obat ini digunakan untuk infark jantung akut untuk melarutkan bekuan darah yang terbentuk pada arteri koronaria. Walaupun riwayat adanya gangguan pembuluh darah otak merupakan kontra indikasi penggunaannya, pada saat ini sedang berlangsung beberapa penelitian mengenai penggunaannya pada stroke (misalnya tissue plasminogen activator, streptokinase dan urokinase). Pemberiannya secara IV atau IA, dan harus segera diberikan dalam waktu 90 menit sampai 6 jam setelah serangan. Saat ini penggunaanya masih dalam taraf eksperimental.


A.      NIMODIPIN
 Sebagai calcium channel blockers kerjanya sama seperti calcium channel blockers yang lain. Nimodipin mempunyai efek yang lebih besar pada arteri serebral daripada arteri lainnya, mungkin karena sifat lipofiliknya yang kuat. Mekanisme kerjanya mengurangi defisit neurologis setelah PSA (perdarahan sub arachnoid) belum diketahui. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk PSA nimodipin terbukti mengurangi neurologic ischemic deficits bila diberikan sebelum 96 jam mulai serangan dan dilanjutkan selama 21. hari dengan dosis 60 mg/4 jam.

*lndikasi                              : Perbaikan hasil secara neurologis dengan mengurangi insidens dan beratnya kerusakan pada penderita dengan PSA akibat pecahnya aneurisma kongenital yang berada dalam kondisi neurologis yang baik setelah serangan. 
*Interaksi obat                 : dengan calcium channel blockers yang lain. 
*Efek samping : 
Sering : penurunan tekanan darah, gangguan fungsi hati, edema, diare, rash, sakit kepala, keluhan saluran cerna, mual, dispnoe, kelainan EKG, takikardi, bradikardi, nyeri/kram otot, depresi.
Kadang-kadang : hepatitis, gatal, perdarahan lambung, trombositopeni, anemi, palpitasi, muntah, hipertensi, light-headedness, jaundice. 
*Dosis                                   : 60 mg/4 jam per oral selama 21 hari, sebaiknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Pemberian pertama harus dimulai sebelum 96 jam terjadi serangan. Penderita dengan sirosis hati harus diturunkan dosisnya menjadi 30 mg/4 jam dan dimonitor tekanan darah dan nadinya secara ketat.


2.4. MEKANISLE KERJA ANTITROMBOTIK
Penggunaan obat anti trombotik bertujuan mempengaruhi proses trombosis atau mempengaruhi pembentukan bekuan darah (clot) intravaskular, yang melibatkan platelet dan fibrin.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Penggunaan obat anti trombotik bertujuan mempengaruhi proses trombosis atau mempengaruhi pembentukan bekuan darah (clot) intravaskular, yang melibatkan platelet dan fibrin.
Obat anti platelet bekerja mencegah perlekatan (adesi) platelet dengan dinding pembuluh darah yang cedera atau dengan platelet lainnya, yang merupakan langkah awal terbentuknya trombus.
Obat anti koagulan mencegah pembentukan fibrin yang merupakan bahan esensial untuk pembentukan trombus.
Obat trombolitik mempercepat degradasi fibrin dan fibrinogen oleh plasmin sehingga membantu larutnya bekuan darah.

















DAFTAR PUSTAKA
-Buku Farmakologi Cetakan Ke-6 Materi Kelas XI Farmasi. ANTI TROMBOTIKA. Jakarta. 2011. Hal 72-74.
-Drs. Tan Hoan Tjay & Drs. Kirana Rahardja. Obat-Obat Penting (OOP) Edisi Ke-6 Cetakan Pertama. Anti Trombotika. Jakarta. Agustus. 2007. Bab 38. Hal 610-622.
-Barnett HJM. Aspirin in Stroke Prevention An Overview. Stroke. 1990;21(suppl lV) : IV-40-IV-43.
-Rosmiati H. dan Gan VHS. Antikoagulan, Antitrombosit, Trombolitik dan Hemostatik Dalam : Ganiswat;a SG editor. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta: Bagian Farmakologi FK-UI ;1995. hal. 747 -761.
-Dr. ALDY S. RAMBE. OBAT OBAT PENTAKIT SEREBRO ASKULAR. BAGIAN NEUROLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP. H.ADAM MALIK. ©2004.Ditigized by USU digital library. Hal 1-8.

Comments

Popular posts from this blog

Materi Farmakognosi Kelas X ~ RHIZOMA, RADIX, BULBUS, HERBA, CORMUS, LIGNUM, CAULIS, TUBER.

''  Materi Farmakognosi Kelas X  ~  RHIZOMA, RADIX, BULBUS, HERBA,  CORMUS, LIGNUM, CAULIS, TUBER '' v RHIZOMA 1. Nama latin : BOESENBERGIAE RHIZOMA Nama lain : Temu kunci Kegunaan : antidiare 2. Nama latin : CALAMI RHIZOMA Nama lain : dlingo, jaringau Kegunaan : bahan pewangi, karminativa, insektisida, demam nifas 3. Nama latin : CURCUMAE RHIZOMA Nama lain : temu lawak, koneng gede Kegunaan : kolagoga. Antispasmodik, amara 4. Nama latin : CURCUMAE AERUGINOSAE  RHIZOMA Nama lain : temu hitam Kegunaan : bagian dari jamu, antirematika, karminativa 5. Nama latin : CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA Nama lain : kunyit Kegunaan : karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida 6.     Nama latin : CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA Nama lain : rimpang temu giring Kegunaan : antiseptika kulit, anthelmintika 7.     Nama latin : CYPERI RHIZOMA Nama lain : rimpang teki Kegunaan : diuretika, stomakika ...

Internetan Gratis Menggunakan Aplikasi Your Freedom

' ' Cara Internet Gratis Sepuasnya dengan Your Freedom '' Najibblog, Internet Gratis merupakan sesuatu yang sangat dicari oleh orang. misalnya orang seperti saya ini(orang yang suka ngeblog tapi uangnya suka tipis tipisan.. hehe..) namun sekarang uang tipis bukanlah masalah bagi saya karena saya telah menemukan sebuah cara yaitu Internet Gratis dengan Your Freedom . Your Freedom mungkin sudah gak asing bagi seorang Blogger yang sudah bisa Internetan Gratis namun apa salahnya coba, kalau cara ini aku share untuk orang orang yang belum tahu…yak an??hehe.. Oke lah langsung saja dibahas, n gak usah banyak bacot, langsung ke TKP : Seperti yang saya jelaskan diatas yaitu Internetan Gratsi dengan Your Freedom , tentu dibutuhkan sebuah software yaitu Your Freedom . Langkah Pertama : 1. Daftar terlebih dahulu di situs www.your-freedom.net . oh y­­­­­­­­­a sekedar catatan, gunakan alamat email yang valid, karena nantinya...