Daftar
Isi
Bab I
Pendahuluan
1.1.
Sejarah Obat
1
1.2.
Stuktur Obat dan Rumus Bangun 2
Bab II
2.1. Mekanisme Kerja
4
Bab III
3.1. Efek Samping
5
Bab IV
4.1. Penggolongan dan
Contoh Obat Paten
7
Bab V
5.1. Kesimpulan 8
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Sejarah makrolida
Eritromisin turunan
bakteri seperti jamur,streptomices erythaeus pertama kali
diperkenalkan pada awal tahun 1950-an.Eritromisin menghambat system protein.dalam
dosis rendah sampai dengan eritromisin gluseptat,ang.Obat ini mempunyai efek
bakteriostatik dan dengan dosis tinggi efeknya bakteriostatik dan dengan dosis
tinggi efeknya bakterisidal.Eritromisin dapat diberikan melalui oral atau intra
vena,karena asam lambung merusak obat,berbagai garam eritromisin (contoh
etilsuksinat,sterat dan estolat)dipakai untuk mengulangi disolusi (pecah
menjadi partikel partikel kecil)didalam lambung bdan memungkinkan absorpsi
terjadi pada usus halus.Untuk pemakaian intravena,senyawa,eritromisin
laktobionat dan eritromisin gluseptat,dipakai untuk meningkatkan absorpsi obat.
Eritromisin aktif melawan hamper semua
bakteri garam positif,kecuali stamhyloccusaureus dan cukup aktif melawan
beberapa garam negative.Obat ini sering diresepkan sebagai pengganti
penesilin.Obat ini merupakan obat pilihan untuk pneumonia akibat mikroplasma
dan penyakit legionnaire.
1.2. Struktur Obat dan
Penjelasannya
Antibiotik golongan makrolida mempunyai persamaan yaitu
terdapatnya cincinlakton yang besar dalam rumus molekulnya. Sebagai contoh
terlihat pada struktur golongan makrolida Eritromisin dibawah ini :
BAB II
MEKANISME KERJA
2.1. Mekanisme Kerja
Golongan makrolida menghambat sintetis
protein bakteri.
Efek bakterisida terjadi pada kadar antibiotic yang lebih
tinggi,kepadatan bakteri yang relative rendah,pertumbuhan bakteri yang cepat.
Aktivitas antibakterinya tergantung pada pH meningkatpada keadaan netral atau
sedikit alkali.
BAB III
EFEK SAMPING
Indikasi
·
Infeksi Mycoplasma
pneumoniae eritromisin 4x500mg sehari peroral
·
Pneumonia yang disebabkan
oleh Legionella pneumophila, oral 4 x 0,5-1g sehari atau i.v
1-4 g sehari
·
Infeksi klamidia: merupakan
alternatif selain tetrasiklin.
·
Dosis: 4x sehari 500 mg
oral selama 7 hari, merupakan obat terpilih bagi anak-anak dan ibu
hamil.
·
Difteri akut maupun carrier
efektif dg eritromisin
·
Pertusis, bila diberikan
pada awal infeksi mempercepat penyembuhan.
·
Faringitis: dosis awal 30
mg/kg BB selama 10 hari.
·
Tetanus, Sifilis, dan
Gonorhoe.
Efek samping dan toksisitas:
Efek samping yang berbahaya
dan jarang terjadi.
·
Reaksi alergi:
Demam,
eosinofilia, erupsi kulit yang cepat hilang.
Eritromisin
estolat dapat menimbulkan hepatitis kolestatik dengan gejala sakit perut, mual,
muntah, ikterus, demam.
·
Reaksi iritatif:
Eritromisin
menimbulkan iritasi baik oral atau parenteral.
1 g
oral dapat menimbulkan perasaan tidak enak pada epigastrum.
100 mg
i.m dapat menimbulkan rasa sakit yang kuat.
·
Reaksi Biologik:
Superinfeksi
mungkin timbul terhadap bakteri Gram – dan jamur, misal: kandida.
Ketulian
sementara dapat timbul karena pemberian eritromisin i.v dosis tinggi.
Interaksi
Dapat
meningkatkan kerja:
- karbamazepin,
-
kortikosteroida, dan
-
digoksin
karena
mempengaruhi metabolismenya
Jika
diberikan bersama teofilin dapat meningkatkan toksisitas teofilin.
BAB IV
PENGGOLONGAN dan CONTOH OBAT PATEN
4.1.
Penggolongan dan Contoh Obat Paten makrolida
Kelompok antibiotik ini teridiri dari eritromisin dan
spiramisin
a)
Eritromisin.
Dihasilkan
oleh Streptomyces erythreus. Berkhasiat sebagai bakteriostatik,
dengan mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri. Antibiotik ini
tidak stabil dalam suasana asam (mudah terurai oleh asam lambung) dan kurang
stabil pada suhu kamar. Untuk mencegah pengrusakan oleh asam lambung maka
dibuat tablet salut selaput atau yang digunakan jenis esternya (stearat dan
estolat) .
Karena
memiliki spektrum antibakteri yang hampir sama dengan penisilin, maka obat ini
digunakan sebagai alternatif pengobatan pengganti penisilin, bagi yang sensitif
terhadap penisilin.
Sediaan
: Erytromisin (generik) kapsul 250 mg, 500 mg, sirup kering 200 mg / 5 ml
b) Spiramisin
Spektrum
kegiatannya sama dengan eritromisin, hanya lebih lemah. Keuntungannya adalah
daya penetrasi ke jaringan mulut, tenggorokan dan saluran pernafasan lebih baik
dari Eritromisin.
Sediaan
: Spiramisin (generik) tabl. 250 mg, 500 mg.
c) Roksitromisin
Roksitromisin adlah derivat Eritromisin yang diserap dengan baik pada
pemberian oral. Obat ini lebih jarang menimbulkan iritasi lambung dibandingkan
dengan Eritromisin.
Juga
(bioavailabilitas) kadar obat yang tersedia tidak banyak terpengaruh oleh
adanya makanan dalam lambung.
Kadar
obat dalam darah dan plasma lebih tinggi dari Eritromisin.
Bentuk
sediaan yang beredar adalah tablet atau kapsul 150 mg dan 300 mg.
Indikasinya
diperuntukkan untuk infeksi THT, saluran nafas bagian atas dan bawah seperti
bronkitis akut dan kronik, penumonia, uretritis (selain Gonore) akut dan
kronis, infeksi kulit seperti pioderma, impetigo, dermatitis dengan infeksi,
ulkus pada kaki.
d) Azitromisin
Azitromisin digunakan untuk mengobati infekti tertentu yang disebabkan
oleh bakteri seperti bronkitis, pneumonia, penyakit akibat hubungan seksual dan
infeksi dari telinga, paru-paru, kulit dan tenggorokan.
Azitromisin
tidak efektif untuk pilek, flu atau infeksi yang disebabkan oleh virus.
Bentuk
sediaan dari Azitromisin adalah tablet atau suspensi oral (cairan). Biasanya
digunakan dengan atau tanpa makanan satu kali sehari selama 1-5 hari. Agar
membantu anda ingat minum Azitromisin, minumlah pada jam yang sama setiap
harinya.
Minumlah
azitromisin sesuai dosis yang ada. Jangan lebih atau kurang dari dosis yang
ditentukan oleh dokter.
Kocok
sirup dengan baik sebelum dipakai untuk mencampur obat dengan baik. Gunakan
syringe yang tersedia untuk mengukur dengan tepat dosis yang anda gunakan.
Setelah itu bersihkan syringe dengan air.
Untuk
tablet harus diminum dengan segelas air penuh.
Habiskan
obat yang diresepkan, walaupun anda merasa sudah baik atau sembuh. Hal ini
untuk menghindari bakteri menjadi resistensi bila pengobatan tidak diselesaikan.
Untuk
pemilihan antibiotika Makrolida dan dosis/cara pakainya yang tepat ada baiknya
anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
Di apotik online medicastore anda dapat
mencari antibiotika Makrolida dengan merk yang berbeda secara mudah dengan
mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli
obat antibiotika Nakrolida sesuai dengan yang diresepkan dokter anda.
Spesialite
obat-obat golongan makrolida
|
NO
|
GENERIK
|
NAMA
DAGANG
|
PABRIK
|
|
|
1
|
Erytromisin
|
Erysanbe
|
Sanbe
|
|
|
Erythrocyn
|
Abbot
Indonesia
|
|||
|
2
|
Spiramisin
|
Rovamycine
|
Rhone
Poulenc Ind
|
|
|
Spiradan
|
Dankos
|
|||
|
3.
|
Roxythromycin
|
Rulid
|
Hoechst
|
|
|
4
|
Azithromycin
|
Zithromax
|
Pfizer
|
|
|
Zycin
|
Interbat
|
|||
\
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Golongan makrolida berguna untuk menghambat sintetis protein bakteri. Aktivitas
antibakterinya tergantung pada pH yang meningkat atau pada keadaan netral atau
sedikit alkali.
Ke’efektifan masing-masing obat antibiotik bervariasi,
tergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi
tersebut.Antibiotik oral adalah cara yang paling mudah dan efektif,
dibandingkan dengan antibiotik intravena (suntikan melalui pembuluh darah)
yang biasanya diberikan untuk kasus yang lebih serius.Beberapa antibiotik juga
dipakai secara topikal seperti dalam bentuk salep,krim, tetes mata, dan tetes
telinga.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.nlm.nih.gov
Buku
farmakologi dan Terapi, edisi 4, Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia 1995.
http://www.nlm.nih.gov
thanks for sharing.
ReplyDeleteObat Perangsang Wanita
Obat Kuat Pria
Obat Pelangsing Badan
Obat Pembesar Penis
Obat Penggemuk Badan
Obat Peninggi Badan
Obat Penyubur Sperma
obat perangsang
Obat Perangsang Cair
Obat Perangsang Serbuk
Obat Perangsang Oles
Parfum Perangsang
Permen Perangsang