BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
‘’ Allah menciptakan manusia
di muka bumi ini adalah dengan tujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi.
Manusia diciptakan dengan harapan supaya manusia dapat menjaga kehidupan di
muka bumi, menjaga kelestarian alam, dan menjadi penegak panji-panji Islam.
Namun ternyata tidak sedikit manusia yang menyalahi aturan. Mereka justru malah
merusak nilai-nilai Islam, membuat kekacauan di bumi, dan merusak ciptaan
Allah. Adanya masalah tersebut maka dari itu akan dibahas mengenai anjuran
supaya manusia tidak merusak kehidupan dan menjaga kelestarian alam.
2.1 Tujuan
Tujuan
penelitian dalam penulisan makalah ini adalah untuk dapatmenambah wawasan
pengetahuan yang luas dan menguasai teknologi serta untuk memberikan kebulatan
wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, untuk membentuk watak dan jiwa
social, berbudaya, berahlak dan berbudi
luhur serta diharapkan supaya penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua.
3.1 Masalah
Masalah penelitian yang terjadi dalam penulisan makalah ini adalahkarena sebagian
besar kualitas lingkungan hidup manusia sudah tidak sempurna lagi
seperti banyaknya manusia yang membuang sampahsembarangan sehingga mengakibatkan rusaknya lapiasn
ozon diatas bumi, dangara-gara
ketidakcermatan dalam penggunaan sumberdaya yang dimiliki Negara sehingga
dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan hidupseperti sanitasi dan
pemukiman kumuh.
BAB II
PEMBAHASAN
Surah-Surah
tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
Pengertian menjaga kelestarian lingkungan hidup
Menurut kamus
besar bahasa indonesia, kata lestari artinya tetap selama-lamanya, kekal, tidak
berubah sebagai sediakala, melestarikan; menjadikan (membiarkan) tetap tidak
berubah dan serasi : cocok, sesuai, berdasarkan kamus ini melestarikan,
keserasian, dan keseimbangan lingkungan berarti membuat tetap tidak berubah
atau keserasian dan keseimbangan lingkungan.[2]
Menurut
Prof.Dr.Otto Soemarwoto, Lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang
ada dalam ruang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. Menurut UU No.4
Tahun 1982 tentang pokok-pokok pengelolaan Lingkungan Hidup, jumto UU No. 23
Tahun 1997, Pasal I bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan dan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
lainnya.
Menurut Prof.
Dr. Emil Salim Lingkungan Hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam
ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan
manusia.
Pelestarian
lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan
hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu
kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya..
Surah
Ar-Ruum
tygsß ß$|¡xÿø9$# Îû Îhy9ø9$# Ìóst7ø9$#ur $yJÎ/ ôMt6|¡x. Ï÷r& Ĩ$¨Z9$# Nßgs)ÉãÏ9 uÙ÷èt/ Ï%©!$# (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_öt ÇÍÊÈ ö@è% (#rçÅ Îû ÇÚöF{$# (#rãÝàR$$sù y#øx. tb%x. èpt7É)»tã tûïÏ%©!$# `ÏB ã@ö6s% 4 tb%x. OèdçsYò2r& tûüÏ.Îô³B ÇÍËÈ
41. telah nampak kerusakan di darat dan
di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).
42.
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah
orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
Isi kandungan :
Selain untuk beribadah kepada allah. Manusia memiliki
tugas dan kewajiban untuk memenfaatkan , megelola, dan memelihara alam semesta
yang telah allah ciptakan untuk kepentingan dan kesejahteran seluruh
makhluk-Nya khususnya manusia .
Surah
Al-A’Raaf
wur (#rßÅ¡øÿè? Îû ÇÚöF{$# y÷èt/ $ygÅs»n=ô¹Î) çnqãã÷$#ur $]ùöqyz $·èyJsÛur 4 ¨bÎ) |MuH÷qu «!$# Ò=Ìs% ÆÏiB tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÎÏÈ uqèdur Ï%©!$# ã@Åöã yx»tÌh9$# #Mô³ç0 ú÷üt/ ôyt ¾ÏmÏGuH÷qu ( #Ó¨Lym !#sÎ) ôM¯=s%r& $\/$ysy Zw$s)ÏO çm»oYø)ß 7$s#t6Ï9 ;MÍh¨B $uZø9tRr'sù ÏmÎ/ uä!$yJø9$# $oYô_t÷zr'sù ¾ÏmÎ/ `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨V9$# 4 Ï9ºxx. ßlÌøéU 4tAöqyJø9$# öNä3ª=yès9 crã2xs? ÇÎÐÈ à$s#t7ø9$#ur Ü=Íh©Ü9$# ßlãøs ¼çmè?$t6tR ÈbøÎ*Î/ ¾ÏmÎn/u ( Ï%©!$#ur y]ç7yz w ßlãøs wÎ) #YÅ3tR 4 y7Ï9ºx2 ß$Îh|ÇçR ÏM»tFy$# 5Qöqs)Ï9 tbráä3ô±o ÇÎÑÈ
56. dan janganlah kamu membuat kerusakan
di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan
rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya
rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
57. dan
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan
rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami
halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka
Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti
Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu
mengambil pelajaran.
58. dan
tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah
yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami
mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Isi kandungan :
Bumi sebagai
tempat tinggal dan tempat hidup manusia dan makhluk Allah lainnya sudah
dijadikan Allah dengan penuh rahmat Nya. Gunung-gunung, lembah-lembah,
sungai-sungai, lautan, daratan dan lain-lain semua itu diciptakan Allah untuk
diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh manusia, bukan sebaliknya
dirusak dan dibinasakan
Hanya saja
ada sebagian kaum yang berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka tidak hanya
merusak sesuatu yang berupa materi atau benda saja, melainkan juga berupa
sikap, perbuatan tercela atau maksiat serta perbuatan jahiliyah lainnya. Akan
tetapi, untuk menutupi keburukan tersebut sering kali merka menganggap diri
mereka sebagai kaum yang melakukan perbaikan di muka bumi, padahal justru
merekalah yang berbuat kerusakan di muka bumi
Allah SWT
melarang umat manusia berbuat kerusakan dimuka bumi karena Dia telah menjadikan
manusia sebagai khalifahnya. Larangan berbuat kerusakan ini mencakup semua
bidang, termasuk dalam hal muamalah, seperti mengganggu penghidupan dan
sumber-sumber penghidupan orang lain (lihat QS Al Qasas : 4).
Allah
menegasakan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan kepada hambanya
ialah Dia menggerakkan angin sebagai tanda kedatangan rahmat Nya. Angin yang
membawa awan tebal, di halau ke negeri yang kering dan telah rusak tanamannya
karena tidak ada air, sumur yang menjadi kering karena tidak ada hujan, dan kepada
penduduk yang menderita lapar dan haus. Lalu dia menurunkan hujan yang lebat di
negeri itu sehingga negeri yang hampir mati tersebut menajdi subur kembali dan
penuh berisi air. Dengan demikian, dia telah menghidupkan penduduk tersebut
dengan penuh kecukupan dan hasil tanaman-tanaman yang berlimpah ruah.
Surah
As-Shad
$tBur $uZø)n=yz uä!$yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ WxÏÜ»t/ 4 y7Ï9ºs `sß tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. 4 ×@÷uqsù tûïÏ%©#Ïj9 (#rãxÿx. z`ÏB Í$¨Z9$# ÇËÐÈ
27. dan Kami tidak menciptakan langit
dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu
adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena
mereka akan masuk neraka.
Isi
kandungan :
Allah SWT
menjelaskan bahwa dia menjadilakn langit, bumi dan makhluk apa saja yang berada
diantaranya tidak sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi,
matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan
bentuknya yang berubah-ubah dari malam kemalam serta bumi temapt tinggal
manusia, baik yang tampak dipermukaannya maupun yang tersimpan didalamnya,
sangat besar artinya bgi kehidupan manusia. Kesemuanya itu diciptakan Allah
atas kekuasaan dan kehendaknya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya.
Allah
memberikan pertanyaan pada manusia. Apakha sama orang yang beriman dan beramal
saleh dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan juga apakah sama
antara orang yang bertakwa dengan orang yang berbuat maksiat? Allah SWT
menjelaskan bahwa diantara kebijakan Allah ialah tidak akan menganggap sama
para hambanya yang melakukan kebaikan dengan orang-orang yang terjerumus di
lembah kenistaan. Allah SWT menjelaskan bahwa tidak patutlah bagi zat Nya
dengan segala keagungan Nya, menganggap sama antara hamba-hambanya yang beriman
dan melakukan kebaikan dengan orang-orang yang mengingkari keesaannya lagi
memperturutkan hawa nafsu.
Mereka ini
tidak mau mengikuti keesaan Allah, kebenaran wahyu, terjadinya hari kebangkitan
dan hari pembalasan. Oleh karena itu, mereka jauh dari rahmat Allah
sebagai akibat dari melanggar larangan-larangannya. Mereka tidak meyakini bahwa
mereka akan dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya dan akan dihimpun dipadang
mahsyar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sehingga mereka berani zalim
terhadap lingkungannya.
Allah menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya
hanya untuk kepentingan manusia. Manusia diciptakan Nya untuk menjadi khalifah
di muka bumi ini sehingga wajibuntuk menjaga apa yang telah dikaruniakan Allah
SWT.
2.
Contoh
perbuatan menjaga lingkungan :
1. Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran,
pengamanan pintu-pintu air, pengunaan air tidak boros. Hutan-hutan disekitar
sungai, danau, mata air dan rawa perlu diamankan. upaya untuk mengurangi
pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih (prokasih) terhadap
sungai-sungai yang telah tercemar.
2. Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan
Berpindah-pindah.Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan
tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami
sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang
terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan
menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.
3. Contoh perbuatan yang paling sederhana dalam upaya menjaga
kelestarian lingkungan hidup, yaitu dengan selalu membuang sampah pada
tempatnya, dan tidak membuangnya sembarangan. Karena perbuatan membuang sampah sembarangan
ini, dapat menyebabkan banjir. Karena banjir bisa terjadi akibat tertutupnya
saluran-saluran air, sehingga air hujan atau air lainnya, tidak dapat mengalir
dengan lancar.
4.
Contoh
penyalah gunaan sumber-sumber alam :
• Perusakan tanah pertanian dan lautan
• Pencemaran udara dan sumber-sumber air
• Pengurasan hasil-hasil tambang
• Penggundulan dan pembakaran hutan-hutan
• Tidak adanya perlindungan terhadap
binatang-binatang
• Pembangunan kota dan pemukiman tidak pada
tempatnya
5.
Hikmah
:
• Kerusakan alam bisa terjadi karena ulah
perbuatan tangan manusia sendiri
• Dampak negatif kerusakan akan dirasakan
manusia
• Manusia dianjurkan untuk melihat sejarah,
bagaimana akibat umat yang berbuat di bumi ini, dan jadikanlah itu sebagai
peringatan bagi dirinya.
• Manusia diperingatkan untuk selalu mengingat
Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun selain dariNya, karena
itu akan berdampak buruk, baik bagi lingkungan, juga bagi manusia sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Allah
SWT menjelaskan bahwa tidak patutlah bagi zat-Nya dengan segala keagungan-Nya,
menganggap sama antara hamba-hamba-Nya yang beriman dan melakukan kebaikan
dengan orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya lagi memperturutkan hawa nafsu. Mereka
ini tidak mau mengikuti keesaan Allah, kebenaran wahyu, terjadinya hari
kebangkitan dan hari pembalasan. Oleh karena itu, mereka jauh dari rahmat Allah
sebagai akibat dari melanggar larangan-larangan-Nya. Mereka tidak meyakini
bahwa mereka akan dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya dan akan dihimpun
dipadang mahsyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga mereka
berani zalim terhadap lingkungannya.
Allah
menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya hanya untuk kepentingan
manusia. Manusia diciptakan-Nya untuk menjadi khalifah di muka bumi ini
sehingga wajib untuk menjaga apa yang telah dikaruniakan Allah SWT.
3.2 Kritik
Akibat
ketidakcermatan manusia dalam penggunaan seumberdaya yang dimiliki negara
sehingga dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan hidup seperti :
a.Permasalahan
sumber daya alam seperti kerusakan hutan, kepunahan hewan serta perluasan lahan
kritis.
b.Permasalahan
pemukiman seperti sanitasi, pemukiman kumuh, air bersihdan lingkungan sehat.
c.Polusi
lingkungan seperti pencemaran air, tanah dan udara.
Jika
pembangunan secara terus menerus tidak memperhatikan faktor lingkungan maka,
lingkungan hidup akan rusak dan kelanjutan pembangunan itu sendiri akan
terancam.
3.3 Saran
Dalam
pembangunan, perlu diseimbangkan antara pembanguan dan lingkungan, karena
lingkungan berfungsi sebagai penopang pembangunan secara berkelanjutan.
Dan u9ntuk mengatasi semua itu yang pertama dan yang utama adalah
kesadaran dari manusia sendiri. Maka dengan diadakannya makalah ini dimohon
untuk kita semua supaya lebih berhati-hati mengenai Analisis Dampak Lingkungan
baik dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, itu sendiri yang tidak
bertanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com/eraislam.blogspot.com/menjagalingkunganhidup.html.
www.drugs.com/sfx/belajarislam/kumpulantugas.html
www.drugs.com/sfx/belajarislam/kumpulantugas.html
Comments
Post a Comment
Kritik dan Saran kami perlukan untuk membangun kesempurnaan pada blog ini. TerimaKasih 🌹✨